Musim kering sedang memuncak di bulan April. Namun barisan bukit yang berjejer di atas Kawinda Nae tetap menghijau. Di sana-sini melebat. “Itu mete,” kata satu guru asal Desa Rada seraya menunjuk bukit yang memanjang ke timur sepanjang sisi utara Tambora. Dari sekian kebun hanya sebagian yang berproduksi baik. Rupanya banyak kebun yang kurang mendapat perawatan dari pemiliknya.
Guru SMA I Kawinda itu yakin, jika kebun-kebun itu dirawat, hasil panen mete akan maksimal. Dia menyebut kebun mete subur milik beberapa guru asal Bima di sana. Data Kepet Bima menyebutkan produktivitas tanaman mete di cluster Tambora Utara hanya 0,39 ton per hektar. Padahal di cluster Tambora Selatan sudah mencapai 0,39 ton per ha.
Kawinda Nae termasuk cluter Tambora Utara dengan luas areal tanam mete 1.964 ha. Produksinya mencapai 459 ton.
Jumlah itu tidak seberapa dibandingkan dengan areal tanam di cluster Tambora Selatan, mencapai 11.511 ha. Produksinya sudah 4.102 ton.





