Kalanggo (duabanga molluccana) merupakan bagian dari tipe ekologi lokal yang unik, langka dan merupakan tegakan murni yang terlengkap di dunia. Kayu ini sempat dianggap musnah oleh badai awan panas akibat letusan Tambora. Nyatanya dia bertahan dan bangkit dengan tegakan yang lebih subur.
Setelah letusan, kehidupan baru muncul dengan keanekaragaman hayatinya. Kawasan tersebut menjadi sangat kaya satwa endemik berupa aneka burung, rusa, banteng liar dan ular. Salah satu satwa langka yakni kelelawar yang kondang dengan julukan The Flying Fox.
Menurut penelitian FAO, satu lembaga PBB, kalanggo Tambora merupakan satu-satunya tegakan murni hutan primer di Indonesia bahkan di dunia.
Setelah Tambora dicaplok PT Veneer Product tahun 1972, kawasan itu mengalami proses kehancuran luar biasa.

