Kalanggo, Tegakannya Terlengkap di Dunia


Kalanggo (duabanga molluccana) merupakan bagian dari tipe ekologi lokal yang  unik, langka dan merupakan tegakan murni yang terlengkap di dunia. Kayu ini sempat dianggap musnah oleh badai awan panas akibat letusan Tambora. Nyatanya dia bertahan dan bangkit dengan tegakan yang lebih subur.    
Setelah letusan, kehidupan baru muncul dengan keanekaragaman hayatinya. Kawasan tersebut menjadi sangat kaya satwa endemik berupa aneka burung, rusa, banteng liar dan ular. Salah satu satwa langka yakni kelelawar yang kondang dengan julukan The Flying Fox.
Menurut penelitian FAO, satu lembaga PBB, kalanggo Tambora merupakan satu-satunya tegakan murni hutan primer di Indonesia bahkan di dunia.
Setelah Tambora dicaplok PT Veneer Product tahun 1972, kawasan itu mengalami proses kehancuran luar biasa.

Miniatur Laut Purba di Satonda


Airnya berwarna kehijauan. Rasa asinnya menyengat, melebihi air laut biasa. Ternyata air tersebut sudah bersemayam dalam tebing gunung Pulau Satonda sejak 3,4 miliar tahun silam. Itu sebabnya para ilmuwan menyimpulkan danau Satonda–di utara Tambora-merupakan model lingkungan kontemporer yang mencerminkan kondisi lautan di zaman purba.
Jejaknya dilacak dari material stromatolit yang mirip karang di danau itu. Konon material tersebut hanya ada pada era prekambrium atau sekitar 3,4 miliar tahun lampau. Peneliti Eropa Stephan Kempe dan J. Kazmierczak yakin kalau danau Satonda merupakan miniatur lautan purba.
Berkembang mitos di masyarakat ikhwal keunikan air danau Satonda. Dahulu kala, raja Tambora hendak melawat ke Sumatera untuk mencari calon istri.
free counters